Selasa, 23 Juni 2009

Kuesioner kel 7

UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

LEMBAGA SURVEY METODE PENELITIAN ILMIAH

KELOMPOK 7

FORM QUESIONER

Untuk kelengkapan data dari penelitian yang kami lakukan, maka kami mengharap keikutsertaan bapak/ibu/saudara/saudari warga desa objek untuk mengisi/menjawab pertanyaan yang kami berikan

Mohon untuk mengisi identitas dibawah ini, identitas tidak akan kami publikasikan.

Nama responden :………………………………………

Umur : ………………………………………

Suku : ………………………………………

Alamat/desa : ………………………………………

Petunjuk pengisian:

  1. berilah tanda silang (X) pada kotak jawaban pilihan anda, atau dengan mengisi pada tempat yang telah disediakan.
  2. harap diisi sesuai dengan keadaan yang sebenaarnya.
  3. setelah diisi, berikan instrument ini kepada petugas yang menyampaikan

PERTANYAAN/PERYATAAN

Jawaban

Ya

Tidak

1. Indikasi Kekerabatan (geneologis)

a.

Apakah anda pernah menjual/membeli tanah ke keluarga diluar suku anda?

b.

Apakah anda setuju jika pembelian tanah didasarkan pada suku?

2. Struktur agraria => pembukaan lahan pertanian

a.

Apa anda setuju dengan pembukaan lahan hutan hanya untuk pertanian?

b.

Apakah anda pernah membuka lahan hutan untuk pertanian?

ISIKAN JAWABAN ANDA PADA KOLOM KOSONG DIBAWAHNYA

c.

Jika anda pernah membuka lahan hutan, alasan apakah yang mendasari anda membuka lahan hutan untuk pertanian ataupun yang lainnya?

Jawab

3. Migrasi Penduduk

a.

Pernahkah anda melakukan migrasi untuk tujuan kerja?

b.

Saat anda bermigrasi, apakah pernah berinteraksi dengan orang/kelompok masyarakat dari suku lain?

c.

Setujukah anda bila kecenderungan pola migrasi angkatan muda di dataran tinggi (desa) bermigrasi ke kota?

4. Keberlanjutan ekosistem

a.

Konsep keberlanjutan (sustainability) ekosistem berada dalam konteks saling keterkaitan antara manusia dan alam.

b.

setujukah anda “kelesatrian sumber-sumber agrarian tergantung pada struktur agrarian masyarakat setempat”

o)) Terima kasih atas partisipasinya ((o

Jumat, 19 Juni 2009

FORM KUESIONER KELOMPOK 15

SEGMENTASI PASAR DAN POSITIONING PRODUK KOSMETIKA UNTUK KULIT WAJAH DI SURABAYA

Nama Kelompok:

1. Hasan Bashroni (070403010013)
2. Agung.S (070403010004)
3. Aandra


Nama : ................................................................. (boleh tidak diisi)

Alamat : ................................................................. (boleh tidak diisi)

Usia saat ini : ...... tahun

Jenis kelamin

a. Laki-laki

b. Perempuan

Status tingkat pendidikan

a. SD

b. SMP

c. SMU

d. Sarjana

e. Lainnya (................................)

Pekerjaan Anda saat ini

a. Pelajar/mahasiswa ΓΏ

b. Pegawai Swasta

c. Pegawai Negeri

d. Wiraswasta

e. Lainnya (................................)

Pendapatan/uang saku Anda per bulan

a. < Rp.150.000

b. Rp. 150.000 – Rp. 500.000

c. Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000

d. Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000

e. > Rp. 2.000.000

Berilah tanda x menurut hasil pengamatan anda pada kriteria yang sudah ditentukan.
Keterangan : SS : Sangat Setuju ; S : Setuju ; N : Netral ; TS : Tidak Setuju ; STJ : Sangat Tidak Setuju


Pernyataan

SS

S

N

TS

STJ

Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena adanya dorongan kebutuhan untuk merawat kulit wajah






Pernyataan Untuk Motivasi

Pernyataan

SS

S

N

TS

STJ

Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena adanya dorongan kebutuhan untuk merawat kulit wajah






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena adanya dorongan kebutuhan memiliki wajah sehat






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena adanya dorongan kebutuhan memiliki wajah bebas dari jerawat






Pernyataan Untuk Persepsi

Pernyataan

SS

S

N

TS

STJ

Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena manfaat kosmetika Sari Ayu sesuai kebutuhan






Saya membeli skosmetika Sari Ayu karena keamanan bahan pembuat kosmetika






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena variasi kemasan kosmetika (bahan pilihan kemasan)






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena merek kosmetika terkenal






Pernyataan Untuk Pembelajaran

Pernyataan

SS

S

N

TS

STJ

Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena informasi dari media iklan






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena pengalaman dari diri sendiri (pernah memakai kosmetika Sari Ayu)






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena informasi dari keluarga






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena informasi dari teman






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena informasi dari penjual toko






Pernyataan Untuk Kepribadian

Pernyataan

SS

S

N

TS

STJ

Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena yakin terhadap manfaat kosmetika Sari Ayu






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena merasa pentingnya kosmetika Sari Ayu untuk pergaulan






Pernyataan Untuk Sikap

Pernyataan

SS

S

N

TS

STJ

Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena kepuasan dalam pemakaian






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena sesuainya harga kosmetika Sari Ayu






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena mudahnya mendapatkan kosmetika Sari Ayu di toko manapun






Pernyataan Untuk Keputusan Pembelian

Pernyataan

SS

S

N

TS

STJ

Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena ingin mencoba






Saya membeli kosmetika Sari Ayu karena popularitas merek kosmetika






Saya akan mengulangi membeli kosmetika Sari Ayu








Selasa, 16 Juni 2009

FORM KUISIONER

KOMPETENSI GURU IPA DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PEMBELAJARAN DI TINGKAT SMA JAKARTA PUSAT

KELOMPOK :

BERNU

DIYAH PURNAMASARI

ANGGA FRADIANSYAH

M.ERVIN

NAMA RESPONDEN :

UNIVERSITAS :

FAK/ PRODI :

Berilah tanda x (silang) menurut pernyataan anda pada kriteria yang sudah ditentukan. Keterangan : SS : Sangat Setuju ; S : Setuju ; KS : Kurang Setuju ; TS : Tidak Setuju

N

O

PERNYATAAN

JAWABAN

SS

S

KS

TS

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Setiap guru mendapat kesempatan untuk berperan serta dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.



Semua guru diundang untuk berperan serta aktif dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.


Mempertimbangkan program-program yang harus diberikan sehubungan dengan TIK bagi para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di DKI Jakarta Pusat.



Kompetensi guru SMA dalam menggunakan TIK dalam proses pembelajaran sehingga dapat menurunkan mutu dan kualitas guru-guru.




Kepala Sekolah sangat mempengaruhi proses pembelajaran guru di kelas.



Dari data diperoleh dengan memberikan instrumen kompetensi profesional guru kepada guru IPA sebagai data utama.


Peningkatan profesional guru dalam pembelajaran menggunakan TIK dilakukan dengan dikirimnya guru-guru untuk diklat dan workshop.



Frekuensi kebijakan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan mutu pendidikan masih dibawah rata-rata.


Hanya sebagian kecil guru-guru telah mengikuti pelatihan untuk

membuat media pembelajaran berbasis TIK.


Implementasi di kelas hanya sebatas menggunakan software dan hardware pembelajaran sudah jadi mengakibatkan kreatifitas guru dalam pembelajaran berbasis menjadi terbatas.

FORM QUISIONER kelompok 12

FORM QUISIONER

METODOLOGI PENELITIAN ILMIAH

KELOMPOK 12


Judul Artikel di mpiukanjuruhan.Blogspot.com:

PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN MELATONIN TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL, LDL DAN HDL DARAH WISTAR YANG DIBERI DIET KUNING TELUR




Nama responden : ……………………..

Pendidikan : ……………………..


Berilah tanda x menurut hasil pengamatan anda pada kriteria yang sudah ditentukan.

Keterangan : TS : Tidak Setuju ; N : Netral ; S : Setuju ; SS : Sangat Setuju

No.

KRITERIA




TS

N

S

SS

1

CONTENT





Isi yang disampaikan dalam materi penelitian sudah jelas dan mudah dimengerti





Penelitian yang meggunakan tikus wistar yang berumur 20 minggu sudah efektif dan efisien





2

FASILITAS





Dalam melakukan penelitian tikus wistar, fasilitas yang digunakan sudah memadai





Suplemen melatonin merupakan antioksidan yang paling berpengaruh dalam penelitian yang menggunakan tikus wistar





Apakah anda setuju jika penelitian yang menggunakan tikus wistar yang berumur 20 minggu diganti dengan binatang-binatang lain yang sama-sama umurnya adalah 20 minggu?





3

MOTIVASI





Pegujian terhadap tikus wistar tersebut dapat memberikan motivasi untuk melakukan penelitian-penelitian ilmiah lain yang lebih baik





Penelitian yang berjudul pengaruh pemberian suplemen melatonin terhadap kadar kolesrerol total,LDL,dan HDL darah wistar yang diberi diet kuning telur tersebut dapat dilakukan sendiri secara mandiri





4

PENDIDIKAN





Penelitian menggunakan tikus wistar yang diberi suplemen melatonin merupakan suatu penemuan ilmiah





Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut lagi agar hasilnya lebih maksimum





5

OPERASIONAL





Apakah cara-cara dalam pengoperasionalan penelitian sudah tepat ?






SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DAN PEMBUATAN REKENING GOLONGAN TARIF R1

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DAN PEMBUATAN REKENING GOLONGAN TARIF R1
kelompok 13

titin kartini.M. 050403020016
winokus 050403020008
anggra P.Y 040403020001


1.PENDAHULUAN

a.Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sangat pesat, sehingga manusia dalam mengerjakan setiap pekerjaan selalu membutuhkan komputer. Komputer memiliki peranan yang sangat vital dalam pemecahan masalah khusus dalam pengolahan data, karena komputer memiliki kecepatan tingkat akurasi yang tinggi dalam pemrosesan data, sehingga dapat mempermudah pekerjaan manusia.
Komputer dapat digunakan jika sumber daya energi yang mendukung memadai. Listrik merupakan sumber daya yang sangat diperlukan untuk mempergunakan komputer. Setiap hari listrik sangat dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi segala kebutuhan.
PT. PLN (Persero) merupakan perusahaan yang menyediakan pasokan tenaga listrik milik pemerintah. Untuk memudahkan dalam pengolahan data, PT. PLN (Persero) telah merancang suatu sistem untuk pengolahan dan pembuatan rekening yang berbasis komputer dalam upaya pengefektifan kinerja pada sistem tersebut.
Sistem tersebut memerlukan perangkat lunak sebagai alat untuk melakukan pemrosesan. Masalah yang muncul di PT. PLN (Persero) yaitu masih banyak melakukan proses penginputan data stand meter pada bagian fungsi pembacaan meter dan fungsi pembuatan rekening, sehingga dalam pembuatan laporan menjadi terhambat. Selain itu dalam mengolah data memerlukan waktu yang cukup lama dikarenakan tidak terintegrasinya data. Sistem aplikasi pengolahan dan pembuatan rekening dibuat untuk memberi kemudahan kepada petugas dalam mengolah data stand meter. Selain itu pimpinan dapat dengan mudah untuk mengontrol data dan mengambil keputusan.

b. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dijabarkan permasalahan yang ada :
1.Sistem pengolahan dan pembuatan rekening masih banyak melakukan proses penginputan data stand meter pada bagian fungsi pembacaan meter dan fungsi pembuatan rekening, sehingga dalam pembuatan laporan menjadi terhambat
2.pengolah data stand meter memerlukan waktu yang cukup lama dikarenakan tidak terintegrasinya data.
c.Batasan masalah

Dalam penulisan tugas ini membatasi masalah dalam ruang lingkup sebagai berikut :
1. Penelitian dengan mengambil kasus di PT. PLN (Persero) UPJ Bandung Selatan.
2. Penelitian ini membatasi hanya pada pengolahan dan pembuatan rekening pada golongan tarif R1 saja.
3. Aplikasi ini hanya menghitung rekening listrik pelanggan yang tidak bermasalah dan membayar tagihan listrik secara tepat waktu setiap bulan.
4. Pembuatan aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, dan menggunakan database SQL Server 7.0.

d.Maksud dan Tujuan Penelitian

Tujuan yang diharapkan dari penelitian di PT. PLN (Persero) UPJ Bandung Selatan adalah :
a. Membuat aplikasi pengolahan dan pembuatan rekening baru dengan tidak banyak melakukan proses penginputan data stand meter pada bagian fungsi pembacaan meter dan fungsi pembuatan rekening sehingga dalam pembuatan laporan menjadi lebih cepat.
b. Memudahkan petugas dalam mengolah data, sehingga dapat mempercepat dalam mengolah data stand meter dikarenakan sudah terintegrasinya data.

2.Metode Penelitian
Dalam penelitian tugas akhir ini, untuk mencari dan mengumpulkan data-data yang diperlukan.

Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diinginkan, maka dalam pengumpulan data tersebut penulis menggunakan teknik sebagai berikut :
a. Observasi dengan mengamati secara langsung penggunaan sistem pengolahan dan pembuatan rekening
.
b. Wawancara dan berdialog langsung dengan beberapa pegawai untuk mendapat beberapa informasi untuk memecahkan beberapa permasalahan yang dihadapi, kemudian dijadikan sebagai sumber data.
c.Studi Pustaka untuk data yang bersifat teoritis, mengumpulkan beberapa referensi yang dirasa cukup dan memadai untuk dijadikan sebagai sumber data.

3. Metode Yang Digunakan
Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak dengan metode prototype, karena metode ini berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi kebutuhan perangkat lunak. Prototype adalah suatu proses yang memungkinkan pengembangan aplikasi untuk menciptakan suatu model dari sistem informasi yang harus dikembangkan.
Aktivitas pada metode prototype adalah:
1. Mengidentifikasi kebutuhanadalah analisa terhadap kebutuhan calon user.
2.Quick design pembuatan desain global untuk membentuk software.

Variabel yang di gunakan independen.yaitu komputer dapat di guynakan jika sumber daya energi yang menduung memaadai.listrik merupakan sumber daya yang sangat di perlukan untuk menggunakan komputer.pln adalah perusahaan yang memasok kebutuhan tersebut.Pln telah merancang suatu sistem untuk mengolah dan buat rekening yang berbasis komputer untuk efektifitas kerja.
Masalah yang di hadapi pada saat itu banyak menginputkan data stan meter.Data ini di dapat secara internal yaitu dariPT.PLN(persero)bandung selatan.

Kesimpulannya adalah:
Dengan adanya pengolah data stand meter yang berbasis komputer dapt meningkatkanefektifitas kerja petugas pencatat data stand meter.

Jumat, 12 Juni 2009

KELOMPOK
BERNU
DIYAH PURNAMASARI
ANGGA FRADIANSYAH
M.ERVIN

POTRET KOMPETENSI GURU IPA DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFOMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PEMBELAJARAN DI TINGKAT SMA JAKARTA PUSAT
Oleh:

Rahmah Kurniawaty,S.Kom.,S.S.,M.T
Rusva.R,S.Kom.,M.Pd

1. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Masalah
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keluarnya Permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yaitu Standar kompetensi guru Paud/TK/RA, guru kelasSD/MI, dan guru mata pelajaran SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK/MAK pada kompetensi paedagogik yaitu agar memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran yang diampu dan pada kompetensi profesional yaitu agar memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.
Untuk menindak lanjuti pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi demi kepentingan pembelajaran pada kompetensi paedagogik dan pengembangan diri pada kompetensi profesional guru ini, kami sebagai peneliti ingin mengetahui sejauh mana hal tersebut telah diterapkan pada mata pelajaran yang diteliti dan apakah telah menggunakkan TIK sebagai media. Harapan kami, hasil penelitian ini akan berguna bagi para pengambil keputusan untuk mempertimbangkan program-program yang harus diberikan sehubungan dengan TIK bagi para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di DKI Jakarta yang juga akan berimbas secara nasional.
b. Pembatasan Masalah
Sejauh mana kompetensi profesional guru IPA dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran untuk tingkat SMA.
c. Perumusan Masalah
Adakah Kompetensi Profesional Guru IPA dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di SMA Negeri wilayah Jakarta Pusat.
d. Manfaat Penelitian
Memberikan gambaran mengenai kompetensi guru SMA dalam menggunakan TIK dalam proses pembelajaran sehingga dapat dilakukan treatment-treatment yang dianggap perlu oleh pengambil kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas guru-guru SMA di wilayah DKI Jakarta.

2. KAJIAN TEORI
a. Kompetensi Profesional Guru
Kompetensi profesional guru adalah ilmu yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Kompetensi profesional guru tersebut diantaranya adalah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri dalam hal ini adalah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri demi kepentingan pembelajaran yang diampu.
b. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
Teknologi informasi dan komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan komputer dan peralatannya, baik software maupun hardware serta perlengkapan komunikasi pembuatan komponen- komponennya, dan jasa dalam arti yang luas yaitu kegiatan terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer informasi antar media.
c. TIK Sebagai Alat Bantu Pembelajaran
TIK sebagai alat bantu pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, antara lain kategori pertama sebagai alat bantu guru yaitu sebagai media animasi peristiwa, alat uji siswa, referensi ajar, evaluasi kinerja siswa, alat simulasi kasus, alat peraga visual dan alat komunikasi antar guru. Kategori kedua adalah sebagai alat bantu interaksi guru-siswa, yaitu sebagai alat komunikasi guru dengan siswa, untuk kolaborasi kelompok studi dan sebagai alat bagi manajemen kelas terpadu. Kategori ketiga adalah sebagai alat bantu siswa itu sendiri pada proses pembelajaran melalui buku interaktif, alat belajar mandiri, latihan soal, media ilustrasi, simulasi pelajaran, alat karya siswa dan sebagai media komunikasi antar siswa.

3. METODOLOGI PENELITIAN
a. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana kompetensi profesional guru-guru SMA di wilayah DKI Jakarta dalam pemanfaatan TIK sebagai obyek, alat maupun media dalam proses pembelajaran.
b. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA yang berada di wilayah Jakarta Pusat, dari 13 SMA Negeri yang ada di sana sebagai responden diambil sebanyak 6 SMA. SMA negeri yang menjadi responden adalah SMAN 30, SMAN 5, SMAN 4, SMAN 77, SMAN 27 dan SMAN 1. Pelaksanaan Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2008.
c. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dan informasi yang diolah dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuisioner
d. Unit Analisis
Unit analisis dilakukan pada instrumen terhadap guru IPA itu sendiri yang mana instrumen ini mempunyai 2 bentuk yaitu bentuk tertutup dan jawaban pendek. Selain instrumen pada guru IPA diberikan juga instrumen pada kepala sekolah, dan tata usaha yaitu instrument mengenai SDM dan infrastruktur dari sekolah tersebut.
e. Instrumen Penelitian
1. Instrumen Potret Kompetensi Guru IPA untuk Pemanfaatan
TIK dalam Pembelajaran.
Instrumen yang diberikan pada guru IPA tediri dari dua instrumen yaitu instrumen dengan jawaban tertutup dan instrumen dengan jawaban terbuka.
2. Instrumen Kebijakan Pengembangan TIK untuk
Meningkatkan Mutu Pendidikan
Instrumen ini diberikan kepada kepala sekolah. Alasan mengapa kepala sekolah juga dimasukkan ke dalam responden adalah karena kebijakan yang diambil oleh kepala sekolah akan mempengaruhi proses pembelajaran guru di kelas, terutama kebijakan yang mendukung kearah implementasi teknologi informasi dalam pembelajaran. Instrumen ini merupakan instrumen penunjang, agar data dari kompetensi profesional guru IPA dapat menjadi lebih mendukung.
3. Instrumen Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Untuk Mengelola Manajemen Sekolah
Untuk hal tersebut kami memberikan instrumen kepada tata usaha sekolah berupa instrumen terbuka.
f. Teknik Pengumpulan Data
Dalam Penelitian ini data diperoleh dengan memberikan instrument kompetensi profesional guru kepada guru IPA sebagai data utama. Sebagai data penunjang diperoleh dengan memberikan instrumen kepada kepala sekolah dan tata usaha sekolah.
g. Teknik Analisis Data
Analisis data dimulai dengan analisis statistik deskriptif untuk kompetensi profesional guru IPA dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Analisis deskriptif dilakukan guna penyajian distribusi frekuensi, rata-rata (mean), frekuensi terbanyak (modus), nilai tengah (median), simpangan baku dan varians dari tiap variabel. Penyajian data ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Hasil Penelitian
Untuk mendapatkan skor dari instrumen tipe A menggunakan perhitungan statistik deskriptif yang berguna untuk melihat rerata (mean), nilai tengah (Median), nilai yang sering muncul (Modus), Simpangan baku (Standar deviasi), varians dan distribusi frekuensi, kemudian disajikan dalam grafik histogram.
B. Instrumen Data Utama
a. Instrumen Potret Kompetensi Guru IPA dalam
Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran / Instrumen tipe A
Berdasarkan Penelitian diperoleh data kompetensi guru IPA dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran adalah sebanyak 49,0% masih berada dibawah rata-rata, sebanyak 20,8% berada pada interval rata-rata dan sebanyak 29,2% berada diatas nilai rata-rata.
b. Instrumen terbuka / tipe B
Pada instrumen ini didapatkan data bahwa untuk meningkatkan kompetensi profesional guru IPA dalam pembelajaran dilakukan dengan dikirimnya guru-guru tersebut untuk diklat dan workshop yang diadakan oleh berbagai institusi, baik institusi pemerintahan maupun swasta. Pembekalan yang diberikan pada guru-guru tersebut sangat mendukung untuk meningkatnya kompetensi professional guru IPA dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.
c. Instrumen Data Penunjang
a. Instrumen Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.
Dari Penelitian dilapangan didapatkan frekuensi kebijakan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah sebanyak 22,2% masih berada dibawah rata-rata, sebanyak 50% berada pada interval rata-rata dan sebanyak 27.9% berada diatas nilai rata-rata.
Instrumen Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi Untuk Mengelola Manajemen Sekolah.
Untuk melengkapi Penelitian sekolah yang menjadi responden, kami sebagai peneliti memberikan instrumen tentang profil sekolah tersebut pada tata usaha sekolah. Hasilnya adalah dari sebanyak 376 orang guru sekolah yang menjadi responden terdapat 335 orang atau 89.10% sudah mampu menggunakan komputer, ini adalah untuk melihat sejauhmana dukungan dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.
d. Instrumen Infrastruktur Sekolah
Untuk lebih lengkapnya data Penelitian ini kami juga mengidentifikasi sarana dan prasarana yang mendukung jalannya TIK pada tiap sekolah responden. Jumlah seluruh fasilitas yang tersedia adalah sebanyak 46 fasilitas, yang dapat diakses di sekolah terdapat sebanyak 37 atau 75.5 % fasilitas. Sisanya yaitu sebanyak 9 atau 18.37 fasilitas tidak tesedia dan tidak bisa diakses. Kondisi fasilitas tersebut sebanyak 29 atau 70.7% dalam keadaan baik, 8 atau 19.5% cukup baik dan 4 atau 9.76% kurang baik.

5. KESIMPULAN
Secara keseluruhan para guru IPA sudah pernah mengikuti pelatihan komputer dan internet, namun hanya sebagian kecil dari guru-guru tersebut yang telah mengikuti pelatihan untuk membuat media pembelajaran berbasis TIK, sehingga implementasi di kelas pun hanya sebatas menggunakan software pembelajaran yang sudah jadi saja semisal "pesona fisika". Hal tersebut mengakibatkan kreatifitas guru dalam pembelajaran berbasis menjadi terbatas. Pelatihan dalam penggunaan peralatan TIK, dapat menjadikan guru IPA lebih profesional dalam pemanfaatan peralatan tersebut, namun tanpa didukung oleh pelatihan pembuatan media pembelajaran yang cukup kreatifitas dalam menyajikan materi pembelajaran akan terhambat. Berdasarkan kesimpulan dan implikasi dari hasil Penelitian tersebut dapat disarankan sebagai berikut :
Kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan pengembangan TIK di sekolah diharapkan mendukung berbagai kegiatan baik yang berbasis TIK maupun tidak sebab hal ini akan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah tersebut. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan laboratorium komputer dan peralatan elektronik lainnya yang berhubungan TIK, dengan mengirimkan para guru untuk mengikuti pelatihan pelatihan pembuatan media pembelajaran yang berbasis TIK secara berkala.
Sumber : http://www.lpmpdki.web.id/pdf/nia%20-%20rusva.pdf.
METODE DESKRIPTIF
Rancangan penelitian deskriptif pada dasarnya bertujuan untuk memberikan deskripsi dengan maksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Tipe deskripsi yang dihasilkan tergantung pada banyaknya informasi yang dimiliki peneliti tentang topik sebelum proses pengumpulan data. Secara umum, biasanya rancangan deksriptif dibagi menjadi dua yaitu: rancangan eksploratori dan survei. Rancangan deskriptif yang lainnya adalah sensus atau penelitian populasi.
Ciri utama dan rancangan penelitian deskriptif tidak menyatakan adanya hubungan sebab dan akibat serta tidak terlalu kompleks, karena biasanya penelitian ditujukan untuk meneliti variabel atau populasi tunggal.

Pada artikel di atas, kalimat yang mengandung metode deskriptif adalah :
Pada bab 1 Metodologi Penelitian
Untuk menindak lanjuti pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi demi kepentingan pembelajaran pada kompetensi paedagogik dan pengembangan diri pada kompetensi profesional guru ini, kami sebagai peneliti ingin mengetahui sejauh mana hal tersebut telah diterapkan pada mata pelajaran yang diteliti dan apakah telah menggunakkan TIK sebagai media. Harapan kami, hasil penelitian ini akan berguna bagi para pengambil keputusan untuk mempertimbangkan program-program yang harus diberikan sehubungan dengan TIK bagi para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di DKI Jakarta yang juga akan berimbas secara nasional.

Alasan :
Karena kalimat tersebut tidak menyatakan adanya hubungan sebab dan akibat serta tidak terlalu kompleks. Kalimat di atas untuk meneliti sejauh mana kompetensi profesional guru-guru SMA di wilayah DKI Jakarta dalam pemanfaatan TIK sebagai obyek, alat maupun media dalam proses pembelajaran.



Senin, 27 April 2009

METODE PENELITIAN SURVEY

ANGGOTA KELOMPOK III

1. Petrus Sales Menti

070403020017

2. Abdul Hanan

070403020006

3. Ahmad Fathoni

076403020008

METODE PENELITIAN SURVEY

Dalam kamus disebutkan pengertian survey, yaitu tindakan mengukur atau memperkirakan. Namun dalam penelitian survey lebih berarti sebagai suatu cara melakukan pengamatan di mana indikator mengenai variabel adalah jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara lisan maupun tertulis. Survey biasanya dilakukan satu kali. Peneliti tidak berusaha untuk mengatur atau menguasai situasi. Jadi perubahan dalam variabel adalah hasil dari peristiwa yang terjadi dengan sendirinya.

Penelitian survey termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif (lihat Rachmat, 1987), meskipun dalam survey sudah banyak dikembangkan menjadi penelitian-penelitian yang sudah mulai melakukan ‘inferensial’, melakukan prediksi tertentu. Contoh soal: Sensus penduduk biasanya dilakukan setiap lima tahun dan menjelang pemilihan umum. Di antara sensus yang dilakukan lima tahun sekali, biasanya dilakukan SUPAS (survey penduduk antar sensus). Karena hanya survey, maka berlaku teknik sampling. Tidak semua penduduk dijadikan responden. Dalam hal ini hasil survey diharapkan sanggup ‘menginferens, meramalkan dalam tingkatan tertentu terhadap situasi dan kondisi kependudukan pada umumnya.

Survey sampling Survey sampling artinya kegiatan survey yang menggunakan sampling. Di sini maksudnya adalah tidak semua unit analisis dalam populasi diamati satu per satu, akan tetapi hanya sebagian saja, yang diwakili oleh sampel.

Membuat kuesioner Salah satu instrumen pengumpul data dalam penelitian adalah kuesioner, atau disebut juga daftar pertanyaan (terstruktur). Kuesioner ini biasanya berkaitan erat dengan masalah penelitian, atau juga hipotesis penelitian yang dirumuskan. Disebut juga dengan istilah pedoman wawancara (interview schedule), namun kita akan menggunakan istilah generiknya yaitu kuesioner. Sebelum mebuat kuesioner, ada baiknya peneliti mengantisipasi kemungkinan adanya kesalahan yang sering terjadi berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan data dari responden.

Beberapa permasalahan yang mungkin dan bahkan sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya adalah sebagaimana disarankan oleh Bailey (1987), sebagai berikut:

(1). Responden sering menganggap wawancara tidak masuk akal dan bahkan sering menganggapnya sebagai dalih (subterfuge) untuk tujuan-tujuan tertentu misalnya komersial. Alternatif pemecahannya antara lain adalah menyampaikannya dalam pengantar bahwa penelitian yang akan dilakukan benar-benar untuk tujuan nonkomersial. Tentu saja dengan kata-kata yang baik dan sopan.

(2). Responden merasa terganggu dengan adanya informasi yang dirasa menyerang dirinya atau kepentingannya, misalnya takut dirilis di media massa. Pemecahannya adalah menghindari pertanyaan yang sensitif, serta diyakinkan bahwa tidak akan ada nama responden di dalamnya.

(3). Responden menolak bekerja sama atas dasar pengalaman masa lalu. Upayakan untuk meyakinkan responden bahwa ini beda, beri pengertian bahwa responden dalam hal ini turut berjasa dalam membantu penelitian ini.

(4). Responden yang tergolong dirinya kelompok minoritas sehingga merasa lelah karena sering dijadikan kelinci percobaan (guinea pig). Ini jarang terjadi di negeri kita. Namun jika hal seperti ii terjadi, peneliti bisa menggunakan instrumen lain., atau bahkan mencari sumber data yang lain.

(5). Responden orang ‘penting’ dan sering merasa tahu akan apa yang akan ditelitinya. Cara pemecahannya adalah dengan metode menyanjung orang penting tadi, misalnya dengan mengatakan bahwa hanya dialah orang satu-satunya yang bisa memberikan informasi tentang masalah ini.

(6) Responden menjawab dengan pertimbangan normatif, berpikir baik atau jelek. Katakan kepadanya bahwa penelitian ini semata-mata untuk pengembangan ilmu, dan bukan untuk kepentingan lain. Selain itu nama responden juta tidak perlu dicantumkan.

(7). Responden merasa takut akan ‘kebodohannya’ dalam menjawab pertanyaan ini. Katakan kepadanya bahwa jawaban apapun dari responden itu penting, dan tidak ada yang salah dalam menjawab.

(8). Responden mengatakan tidak ada waktu untuk menjawabnya, atau merasa itu bukan bidang minatnya. Pemecahannya adalah mengatakan bahwa dialah satu-satunya orang yang bisa memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini.


Sumber: Pawit M. Yusup




http://www.ziddu.com/download/4505133/MPI.pdf.html